GIRO (DEMAND DEPOSIT)

GIRO (DEMAND DEPOSIT)

Oleh : M. Miftakhudin*

Pengertian

Giro adalah Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan.

Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Giro adalah :

Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, saran perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Pengertian dapat ditarik setiap saat adalah bahwa uang yang sudah disimpan di rekening giro dapt ditarik berkali-kali dalam sehari selama dana masih tercukupi, selain harus memenuhi syarat dari bank yang bersangkutan. Penarikan dapat berupa penarikan tunai atau non tunai.

Prinsip Prinsip Syariah

Dalam implementasinya bank yariah selalu berusaha menerapkan prinsip syariah dalam setiap transaksinya. Dalam produk pendanaan misal giro juga menggunakan prinsip syariah. Akad yang disgunakan dalam produk pendanaa giro yaitu Giro wadiah (amanah dan dhomanah), giro mudhorobah.

  1. Prinsip wadiah (Titipan)

wadaiah berarti titipan, atau sesuatu yang dititipakan baik berupa barang atau jasa. Dalam pengertian lain wadiah adalah titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan saat pemiliknya menghendaki (Syafii Antonio, 1999). Akad penitipan barang/uang antara pihak yang mempunyai barang/uang dengan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan serta keutuhan barang/uang (Bank Indonesia, 1999).

Prinsip wadiah ada dua macam yaitu wadiah ad-dhomanah dan wadiah al-amanah. Wadiah ad-dhomanah yaitu bank sebagai penerima titipan, namun bank boleh memanfaatkan dana tersebut dan bertanggungjawab atas barang/ dana tersebut. Berbeda dengan wadiah al-amanah dimana bank hanya mnerima titipan saja tanpa dapat memanfaatkan barang (dana) tersebut, bertanggungjawab atas keutuhan dana tersebut..

  1. Prisip mudhorobah

Dalam hal ini bank bertindak sebagai mudorib (pengelola) sedangkan nasabah sebagai pemilik dana (shohibul maal). Dalam aplikasinya bank mengelola dana tersebut dan keuntungan dari penggunaan dana tersebut yang nantinya akan dibagi sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Bank tidak bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan atas kelalaian namun karena terjadi kesaklahan manajemen bank.

Macam Macam Giro.

Berdasarkan Fatwa DSN No. 01/DSN-MUI/IV/2008,

  1. Giro yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu giro yang berdasarkan perhitungan bunga.
  2. Giro yang dibenarkan secara syari’ah, yaitu giro yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Dalam perbankan giro menjadi produk funding dan financin. Dalam funding biasanya dalm bentuk produk dana yang menggunakan akad wadiah atau mudhorobah. Dalam financing biasa merupakan kewajiban bank terhadap Bank Indonesia dalam bentuk GWM, SWBI.

Giro wadiah

  1. Bersifat titipan
  2. Titipan bisa diambil kapan saja (on call).
  3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.

Giro mudhorobah

  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Alat yang Digunakan dalam Penarikan Giro

Adalah alat atau sarana yang digunakan dalam lalu lintas pembayaran giral, yaitu surat berharga atau surat dagang seperti :

  1. Cek (Cheque),

Cek merupakan surat perintah bayar tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak ang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut.

Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral :

a. Terdapat perkataan “CEK”

b. Harus berisi perintah tak bersyarat unutk membayar sejumlah uang tertentu

c. Nama bank yang harus membayar (tertarik)

d. Penyambutan tanggal dan temapt cek dikeluarkan

e. Tanda tangan penarik.

Syarat lainnya yang dapat ditetapkan oleh pihak bank, antara lain :

  1. Tersedianya dana
  2. Ada materai yang cukup
  3. Jika ada coretan harus di ttg oelh pemberi cek
  4. Jumlah uang tertulis di angka dan huruf harus sama
  5. Memperlihatkan masa kadaluarsa cek (70 hari)
  6. Tanda dan stempel perusahaan harus sama dengan contoh (specimen0
  7. Tidak diblokir pihak berwenan
  8. Resi cek sudah kembali
  9. Rndorsment cek sempurna
  10. Rekening belum ditutup
  1. Bilyet giro,

Bilyet Giro (BG) merupakan surat perintah bayar dari nasabah kepad abank yang memelihara rekening giro nasabah untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank sama atau lain.

Bilyet Giro Adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah (bank tertarik) untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lain. Penggunaan bilyet giro tidak diatur dalam KUHD melainkan dalam SK No.28/32/KEP/DIR dan SE No.28/32/UPG tanggal 4 Juli 1995 tentang Bilyet Giro. Adapun syarat formal bilyet giro menurut SK tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Nama ‘bilyet giro’ dan nomor bilyet giro yang bersangkutan
  2. Nama tertarik
  3. Perintah yang jelas tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atau beban rekening penarik
  4. Nama dan nomor rekening pemegang
  5. Nama bank penerima
  6. Jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya
  7. Tempat dan tanggal penarikan Tanda tangan, nama jelas dan atau dilengkapi dengan cap, stempel h. sesuai dengan persyaratan pembukuan rekening.

Pada dasarnya syarat sahnya suatu BG sama dengan CEK. Dan biasanya BG berlaku 70 hari mulai tanggal penarikan.

  1. wesel bank untuk trasfer atau wesel unjuk,
  2. bukti-bukti penerimaan transfer dari bank-bank,
  3. nota kredit, dan
  4. surat-surat lainnya yang disetujui oleh penyelenggara ( B I ).

Perbedaan Cek dan Giro

Keterangan Cek giro
Identitas Atas nama / untuk tunjuk Atas nama
Sifat Tunai Non tunai
Tanggal Hanya 1 Tanggal Ada 2 tanggal

Manfaat Giro

Bagi Bank

  1. Merupakan sumber pendanaan bank,
  2. Merupakan sumber pendpatan bank dari penggunaan jasa perbankan yang merupakan aktfitas penggunaan jasa giro (fee based income)

Bagi nasabah

  1. Memperancar pendanaan dan pembayaran (keperluan transakasi)
  2. Memperoleh bonus bagi hasil.

*Mahasiswa S1 STEI Hamfara Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: